Link and Match bertujuan untuk menciptakan keselarasan mendalam, menyeluruh dan berkelanjutan dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, yakni antara SMK dengan dunia kerja," jelas Direktur Jenderal Pendidikan (Dirjen) Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto dalam
KEMENTERIANPUPR WUJUDKAN LINK AND MATCH DUNIA PENDIDIKAN DAN DUNIA KERJA BIDANG KONSTRUKSI "Bentuknya dengan mengadakan sertifikasi kepada asessor / dosen dan para tenaga kerja lulusan Politeknik dan SMK, setelah itu lulusannya dapat langsung bekerja tanpa harus mengikuti pelatihan kembali sertifikasi itu tanda bahwa ia mampu bekerja
PentingnyaDU/DI Tunjang Pekerjaan yang Layak. Sebagai bentuk nyata implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus melakukan penguatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI).
Angkatersebut diambil dari target capaian dari tahun 2017 hingga tahun 2019, dengan rincian : (1) Lulusan 1.775 SMK sejumlah 845.000 siswa yang akan dikerjasamakan dengan 355 perusahaan industri; (2) 162.000 orang peserta Diklat 3-in-1 (Pelatihan-Sertifikasi Kompetensi-Penempatan Kerja); (3) 15.552 orang lulusan dari program pendidikan reguler
.
GOWA - Link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan SMK / Perguruan Tinggi Vokasi PTV dengan dunia usaha dunia industri DUDI yang digaungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Ditjen DIKSI tahun 2021 bukanlah merupakan program baru. Jika ditelisik lebih jauh, program ini mulai dicanangkan tahun 1989. Mengutip tulisan Eka Prihatin Disas 2018 dan Endang Soesilowati 2009, link and match kala itu merupakan salah satu kebijakan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Depdikbud, yang menekankan pada penggalian potensi dan pembekalan kompetensi lulusan pendidikan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja, dengan kata lain paradigma supply minded bergeser menjadi demand minded. Harapannya, jika program ini berjalan dengan baik maka dapat menekan jumlah pengangguran dari lulusan SMK/PTV. Yoan Oktaviani dalam artikel yang diterbitkan Kompas 30 Juli 2020 memaparkan historis perjalanan program link and match. Dinyatakan dalam tulisannya, dasar konsep link and match dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah PP Nomor 29 Tahun 1990 khususnya pada Pasal 29 Ayat 2. Selanjutnya tahun 1993, Mendikbud Wardiman Djojonegoro dan Menteri Tenaga Kerja Depnaker Abdul Latief berkomitmen mempersiapkan tenaga kerja mandiri dalam program kerja bersama. Dalam hal ini, Depdikbud mempersiapkan software, dan Depnaker bertugas menyelesaikan persoalan di dunia kerja. Kemudian tahun 1994, kedua Menteri ini melakukan perjanjian kerjasama untuk program pemagangan dan sistem ganda. Tahun 2003, Kementerian Riset dan Teknologi merancang pengembangan link and macth antara SMK dan UKM dalam pelaksanaan program sistem intensif penguatan teknologi dan manajemen. Tahun 2004, model pembelajaran pelatihan berbasis produksi diharapkan dapat diaplikasikan di SMK. Periode tahun 2005-2012, Direktur pembinaan SMK Joko Sutrisno memperkuat tata kelola SMK melalui penerapan sistem manajemen mutu ISO 90012008. Tahun 2016, keluar Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumberdaya manusia Indonesia. Setelah itu, lima Menteri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, dan Menteri BUMN RIni M Soemarno berkomitmen dan sepakat menandatangani MoU tentang Pengembangan Pendidikan Vokasi berbasis Kompetensi yang link and match dengan DUDI. Tahun 2017, Kemenperin menyelaraskan kurikulum 35 program studi di SMK sesuai standar DUDI. Tahun 2018, Kementerian BUMN menginisiasi program magang mahasiswa bersertifikat. Tahun 2019, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam beberapa kesempatan mengatakan untuk menciptakan lulusan SMK siap kerja maka program Kemdikbud akan diselaraskan dengan DUDI. Untuk mendukung link and match tahun 2020, Kemdikbud mencanangkan beberapa program diantaranya Kampus Merdeka mahasiswa berkesempatan mengembangkan diri di luar program studinya selama tiga semester dan forum pengarah vokasi rumah vokasi sebagai media antara pendidikan vokasi dan DUDI, serta pengembangan lebih dari 400 SMK Center of Excellent CoE atau Pusat Keunggulan. CoE memuat pembelajaran mulai dari penyelarasan kurikulum bersama DUDI, yang diikuti dengan penyesuaian model pembelajaran dual based program, berbasis projek dan kewirausahaan, sistem blok, beserta sistem penilaiannya, pengembangan bahan ajar bersama, pelaksanaan praktek kerja lapang PKL di DUDI, sertifikasi kompetensi siswa oleh DUDI, pemagangan guru dan sertifikasinya, penerapan budaya kerja industri di SMK, hingga komitmen DUDI untuk merekrut lulusan SMK. Link and match Kemdikbud tahun 2021 mengusung nama link and match 8+1. Paket ini memuat 9 poin utama yaitu penyelarasan kurikulum antara SMK/PT Vokasi dengan DUDI, pembelajaran berbasis projek riil dari DUDI, jumlah dan peran guru/dosen dari DUDI ditingkatkan secara signifikan, magang/praktek kerja industri minimal 1 semester, sertifikasi kompetensi sesuai standard dan kebutuhan DUDI, guru/dosen secara rutin mendapat update teknologi dan pelatihan dari DUDI, riset terapan yang bermula dari kasus atau kebutuhan nyata di DUDI dan masyarakat, komitmen DUDI untuk merektrut lulusan SMK/PT vokasi, serta beasiswa atau ikatan dinas dari DUDI untuk siswa/mahasiswa. Dengan harapan dapat menyentuh langsung SMK/PTV di penjuru nusantara, program link and match tahun 2021 tidak hanya dilaksanakan eselon I Ditjen DIKSi, tetapi juga diembankan tugas kepada 7 balai besar vokasi termasuk Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Komunikasi dan Informasi BPPMPV KPTK. Saat ini, BPPMPV KPTK tengah melakukan verifikasi data link and match antara SMK/PT Vokasi di 32 provinsi di Indonesia. Setelah pendataan selesai, bakal dilakukan analisis sejauh mana program link and match yang sudah berjalan pada SMK/PT Vokasi khususnya bidang KPTK. Dengan demikian, BPPMPV KPTK dapat menentukan model pendampingan yang tepat kepada SMK/PT Vokasi bidang KPTK, termasuk merumuskan model peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikannya ***. Catatan Al Azhar Widyaiswara BPPMPV KPTK
Implementasi Kurikulum 2013 Dan Program Link and Match Pada Sekolah Menengah Kejuruan Studi Kasus DI SMK Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir SelatanImplementasi Kurikulum 2013 Dan Program Link and Match Pada Sekolah Menengah Kejuruan Studi Kasus DI SMK Negeri 1 Sutera Kabupaten Pesisir SelatanVocational high school SMK is secondary education that prepares students to work according to their respective fields. The SMK curriculum&39;s development is needed to improve the quality of graduates who have the potential to work according to the interests and needs of society. Therefore, the SMK curriculum must be in line with what is needed by the world of work, not adjusted to government policies. In the SMK curriculum, we recognize the term link and match as a form of curriculum alignment with the demands of the business and industrial world DUDI. However, implementing the 2013 Curriculum policy and link and match encountered problems, namely the teaching factory program. This study aimed to see the implementation of the 2013 curriculum and the link-and-match program implemented by schools, teachers, and students at SMK Negeri 1 Sutera. The research used is qualitative research where the data sources or respondents are school principals, teaching and education staff, and ...
Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar episode kedelapan SMK Pusat Keunggulan, secara dalam jaringan daring. Program SMK Pusat Keunggulan merupakan perwujudan visi Presiden Joko Widodo terkait pembenahan pendidikan vokasi sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia SDM Indonesia. “SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan komprehensif yang ditujukan untuk menjawab tantangan dalam rangka pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan paparannya. Menurut Nadiem, Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. Sekolah yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan diharapkan menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya. “Untuk mencapai visi tersebut, keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja tidak hanya diwujudkan melalui _MoU_ saja, tetapi harus berlangsung secara mendalam dan menyeluruh,” jelas Mendikbud. Upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dengan dunia kerja dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match. Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek _softskills, hardskills,_ dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja. Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis project riil dari dunia kerja _project based learning_ untuk memastikan _hardskills, softskills,_ dan karakter yang kuat. Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. “Meningkat secara signifikan sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian,” tegas Mendikbud. Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja. Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin. Ketujuh, dilakukannya riset terapan yang mendukung _teaching factory_ berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri. Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja. Kemudian, Kemendikbud juga mendorong agar kolaborasi dengan dunia kerja dapat semakin ditingkatkan, di antaranya melalui kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya. “SMK Pusat Keunggulan 2021, diprioritaskan untuk 895 SMK dengan tujuh sektor prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, pemesinan dan konstruksi, _hospitality, care services,_ maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri,” ungkap Menteri Nadiem. “Semoga ini adalah awal dan dapat menjadi benih tranformasi SMK kita se-Indonesia. Sehingga kami harap SMK yang berpartisipasi bisa menjadi pelatih dan mentor yang mampu menunjukkan karya dan inovasi lulusan SMK sehingga diperebutkan oleh pelaku industri maupun dan universitas terbaik kita,” imbuh Mendikbud. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Dirjen Diksi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto menambahkan, program ini tidak hanya menekankan konteks keunggulan untuk satuan pendidikan itu sendiri. Namun, lebih dari itu, maknanya adalah menciptakan SDM unggul yang mengakselerasi SMK lain untuk turut menjadi unggul. “SMK Pusat Keunggulan menjadi akselerator, SMK pelatih bagi SMK lainnya,” tegas Wikan. Melalui video, Menteri Perindustrian Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik program SMK Pusat Keunggulan. SMK berperan penting bagi penyediaan SDM industri nasional yang berkualitas. Untuk itulah, Kementerian Perindustrian Kemenperin terus memfasilitasi penguatan _link and match_ sektor pendidikan dan industri sesuai amanat Presiden agar meningkatkan perekonomian melalui industri yang lebih kompetitif di kancah global. “Dengan pendekatan yang semakin strategis dan komprehensif, kami berharap _link and match_ antara SMK dengan industri bisa semakin optimal,” tutur Menperin. Senada, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan dukungannya terhadap program SMK Pusat Keunggulan. “Kita berharap SMK PK ini menjadi jembatan atas target SDM unggul menuju satu abad kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya. Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat DPR RI Syaiful Huda berharap program SMK Pusat Keunggulan menjadi penyempurnaan program-program revitalisasi pendidikan vokasi yang sebelumnya. “Selamat atas diluncurkannya program SMK Pusat Keunggulan. Semoga inisiatif dan inisiasi ini menjadi bagian dari percepatan kita untuk semakin membuat lulusan SMK sesuai kebutuhan dan menjadi tenaga kerja yang mengisi lowongan kerja yang ada di Indonesia,” katanya. Enam Dukungan Kemendikbud dalam Program SMK Pusat Keunggulan Program SMK Pusat Keunggulan mengusung semangat Merdeka Belajar yang berfokus pada penguatan SDM serta mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia profesional. Program ini diharapkan menjadi penggerak bagi SMK di Indonesia agar meningkatkan kualitas hasil belajar siswa yang sesuai dengan standar dunia usaha dan dunia industri DUDI atau dunia kerja. Kemendikbud menyiapkan enam bentuk dukungan, di antaranya, yang pertama adalah penguatan SDM. Mendikbud menekankan kembali pentingnya penguatan kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif. “Ini bertujuan untuk mewujudkan manajemen dan pembelajaran berbasis dunia kerja,” ujarnya. Selanjutnya, yang kedua adalah pembelajaran kompetensi siap kerja dan berkarakter melalui pembelajaran, berorientasi pada penguatan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila. Ketiga, penguatan aspek praktik pada peserta didik yang dilakukan dengan memberikan bantuan dana hibah untuk meningkatkan sarana prasarana yang berfokus pada kelengkapan sarana belajar praktik bagi siswa yang terstandar. “Kemudian, yang keempat adalah manajemen sekolah berbasis data yang dilakukan melalui pendampingan pada sekolah. Termasuk perencanaan berdasarkan evaluasi data dan penggunaan platform digital,” jelas Mendikbud. Kelima adalah pendampingan oleh perguruan tinggi. Keenam adalah sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk dukungan penyelenggaraan SMK yang berkelanjutan. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia KADIN Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani menyatakan pendidikan dan pelatihan vokasi tidak dapat dipisahkan kerena keduanya saling terkait dalam peningkatan produktivitas nasional. Demikian halnya, masalah ketenagakerjaan di Indonesia juga tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan terutama pendidikan vokasi. Ia meyakini bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak bisa secara instan namun harus melalui proses yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. KADIN mengapresiasi upaya pemerintah yang mendorong vokasi untuk terus berkembang, di antaranya adalah pemberian insentif perpajakan 200% bagi perusahaan yang mengikuti program vokasi bersama sama dengan pemerintah. “Kami dari KADIN senantiasa selalu mendukung langkah-langkah Kemendikbud di bidang vokasi, untuk meningkatkan SDM kita ke depannya. Insyaalah kita bisa menghasilkan tenaga kerja yang unggul, terampil, dan kompeten sehingga dapat meningkatkan daya saing industri dan menumbukan perekonomian,” jelas Rosan. Ketua LP Ma’arif NU, Z. Arifin Junaidi menyatakan bahwa bagi institusinya, profesional itu ditandai dengan kompetensi, sikap konsisten dan konsekuen, komitmen, kompetitif dan berkarakter. Oleh karena itu, LP Ma`arif NU turut menyiapkan lulusan yang siap masuk ke dunia kerja, siap membuka lapangan kerja, dan siap meneruskan belajar ke jenjang yang lebih tinggi bagi yang menghendakinya. “LP Ma`arif NU menyambut baik peluncuran program Pusat Keunggulan dari Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud. Semoga program ini berjalan dan berhasil dengan baik, sesuai dengan tujuannya,” harap Arifin Junaidi. Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah, Baedhowi mengapresiasi peluncuran program SMK Pusat Keunggulan. Peranan SMK sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil. Dengan SMK yang unggul, diharapkan lulusan lebih siap kerja, berdaya saing, serta menjadi calon pengusaha yang andal. “Dengan keunggulan yang ada tersebut, maka diharapkan lulusan-lulusan SMK, khususnya untuk SMK Pusat Keunggulan tadi akan menjadi contoh bagi SMK-SMK yang lain,” ujar Baedhowi. Inovasi Program SMK Pusat Keunggulan Pendampingan oleh perguruan tinggi Salah satu dukungan penting terhadap program SMK Pusat Keunggulan ini adalah terjadinya sinergi antarjenjang yang ditempuh melalui pendampingan oleh perguruan tinggi mencakup aspek perencanaan dan pengelolaan program SMK Pusat Keunggulan. “Perguruan tinggi dengan pengalaman dan rekam jejak yang baik, didorong ikut membantu mempercepat akses SMK untuk bermitra dengan dunia kerja, serta memperkuat perencanaan dan pengelolaan program. Program ini juga turut menjaga kesinambungan perguruan tinggi dan SMK dalam pengembangan kepakaran dan kompetensi keahlian serta jejaring,” jelas Mendikbud. Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS sekaligus Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri seluruh Indonesia FDPNI, Zainal Arif menyatakan bahwa program SMK Pusat Keunggulan sangat bermanfaat untuk meningkatkan dan menguatkan pendidikan vokasi baik untuk pendidikan tinggi maupun menengahnya, khususnya di SMK. Bagi pendidikan tinggi vokasi, program ini sangat bermanfaat untuk penerapan Tridharma Perguruan Tinggi bagi civitas akademik sebagai pengabdian kepada masyarakat dalam mengembangkan SMK sebagai Pusat Keunggulan. Kolaborasi dengan pendidikan tinggi, akan memberikan pengalaman tersendiri bagi SMK di dalam memperluas jejang dengan dunia usaha dunia industri DUDI sebagai mitra pembelajarannya. “Politeknik siap mendukung SMK Pusat Keunggulan, salam inovasi, salam vokasi,” katanya. Setidaknya, ada lebih dari seratus perguruan tinggi calon pendamping SMK Pusat Keunggulan, di antaranya Politeknik Negeri Bandung Polban, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS, Universitas Negeri Yogyakarta UNY, Institut Pertanian Bogor IPB, Institut Teknologi Bandung ITB, Universitas Negeri Malang UM, Universitas Gadjah Mada UGM, Universitas Telkom, Universitas Sebelas Maret UNS, Universitas Negeri Padang UNP, Politeknik ATMI Solo, Politeknik Negeri Batam, dan masih banyak perguruan tinggi lainnya. Menteri Dalam Negeri Mendagri, Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh pihak termasuk pemerintah daerah untuk mendukung program SMK Pusat Keunggulan. “Arahkan sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing-masing. Jika potensinya ada di bidang peternakan atau perikanan, buat SMK di bidang itu, sehingga begitu keluar langsung terserap di lapangan pekerjaan,” ujar Mendagri. */fs
link and match smk dengan dunia kerja